Menulis sebuah artikel untuk tujuan publikasi atau pemasaran pada media Website tidak seperti ketika menulis artikel dalam koran atau majalah. Banyak hal teknis yang perlu diperhatikan dalam membuatnya. Salah satu nya ialah SEO Onpage dalam artikel tersebut.

Banyak yang menyarankan untuk melakukan pengulangan kata kunci utama (keyword) dalam artikel dengan disertai beberapa kata kunci turunan atau yang muncul dalam Related Search.

Hal tersebut memang cukup memberikan dampak yang signifikan untuk meningkatkan posisi Website dalam halaman pencarian Google. Tapi itu dulu, dan hal ini tidak lagi berlaku sekarang.

Pengulangan kata kunci yang tidak tepat dapat dianggap sebagai Keyword Stuffing oleh Google. Tahu apa akibatnya?

Dari segi pengunjung, artikel yang ditulis dengan menggunakan Keyword Stuffing akan terkesan kaku dan tentu saja hal ini akan memberi kesan buruk bagi pengunjung. Hal ini kemudian berlanjut dari meningkatnya rasio bounce rate dari halaman website yang secara tidak langsung juga akan mengurangi pageview halaman.

Hal itu tidak seberapa, karena jika sudah dalam tahap yang parah. Website akan terkena penalti Google (sandbox). Bahkan bukan hal yang tidak mungkin, Website anda akan dihapus dari halaman pencarian (deindex).

Lantas bagaimana Optimasi Keyword dalam Artikel untuk Website yang SEO Friendly?

Jika Keyword Stuffing berakibat buruk? Lantas cara seperti apa yang aman dan bisa berdampak baik untuk Website?

Tidak ada yang salah dengan menempatkan Keyword secara berulang, yang perlu digaris bawahi disini adalah jangan pernah “memanipulasi” mesin pencari seperti Google.

Ditahun 2017, penempatan LSI (Latent Semantic Indexing) bisa mendongkrak performa dari Website. Namun, percayakah anda bahwa hal ini tidak lagi terjadi?

Dari yang saya pelajari, Algoritma Google tidak lagi menentukan kemenangan suatu Website dari seberapa tepat “Kata Kunci Turunan” yang diketikan pengguna untuk menemukan sebuah artikel di Google. Algoritma Google secara cerdas menempatkan apa yang pengguna butuhkan dari Kata Kunci utama yang mereka ketikan di halaman pencarian.

Contohnya seperti ini:

Pengguna di Google mencari dengan kata kunci “Cara Belajar” (kata kunci utama)

Dari Kata Kunci Utama tersebut, dapat kita temukan Kata Kunci Turunan sebagai berikut (lihat kotak merah)

Dapat kita lihat bahwa kata kunci turunan yang ditampilkan ialah:

  • Cara belajar efektif pdf
  • Cara belajar efektif dan menyenangkan
  • Cara belajar efektif dirumah
  • Cara belajar efektif menurut islam
  • Cara belajar efektif zenius
  • Cara belajar efektif wikihow
  • Belajar efektif adalah
  • Manfaat belajar efektif

Yang saya berikan BOLD adalah kata-kata yang nantinya harus anda sebar dalam artikel. Ingat hanya yang diberikan tanda BOLD.

Kenapa tidak langsung saja dalam 1 kata? Misal Cara belajar efektif dan menyenangkan”. Karena cara itu sudah tidak lagi bekerja. Anda bisa membuktikannya secara langsung dengan mengetikan kata kunci tersebut dan lihat hasilnya.

Pada halaman 1 Google hanya terdapat 1 Website yang berhasil menempati halaman pertama dengan exact keyword “Cara belajar efektif dan menyenangkan”. Percayalah, ini tidak akan bertahan lama.

Website lainnya bahkan yang ada di posisi pertama tidak ada yang menuliskan secara Exact kata kunci “Cara belajar efektif dan menyenangkan”. Namun kenapa Google menempatkan mereka di posisi pertama?

Jawabannya karena Algoritma Google mengenali kata kunci utama memiliki makna yang sama dengan kata kunci turunannya. Alih-alih memilih artikel yang menggunakan Kata Kunci Turunan secara EXACT. Google lebih memilih atikel yang lebih berkualitas (akan dibahas kriteria Artikel Berkualitas di Artikel berikutnya) dengan Kata Kunci Utamanya, namun tetap memperhatikan sebaran turunan dari kata kunci utama tersebut.

Teknik Menyebar Kata Kunci “hanya turunan” bukan Kata Kunci Turunan

Baik, kembali ke paragraf sebelumnya dimana telah saya berikan tanda BOLD pada kata yang harus disebar.

Masukan kata-kata tersebut mengiringi kata kunci utama pada bagian berikut ini:

  • Masukan kata Kunci Utama ke dalam Paragraf disertai dengan maksimal 2 kata turunan
  • Tempatkan 1 Kata Kunci Turunan sebagai H2 jika memungkinkan
  • Tempatkan beberapa kata turunan dalam Tag H3 (tidak wajib)
  • Sebar Kata turunan dan sinonim nya dalam artikel untuk memperluas cakupan pencarian

Cara Cepat menemukan Kata Turunan dari Kata Kunci Utama

So Far, cara manual dengan mencarinya dalam pencarian di Google adalah cara terbaik. Namun ada kalanya, LSI yang muncul di Google tidak terlalu banyak bahkan bertentangan dengan Kata Kunci Utama. Hal ini bisa saja terjadi jika memang kata kunci utama yang akan digunakan merupakan sesuatu yang jarang dibahas.

Untuk itu anda bisa menggunakan cara otomatis untuk menemukan kata turunan dari kata Kunci Utama.

Langkah-langkah Menemukan Kata Turunan Otomatis

Buka website https://wassname.github.io/keywordshitter2/

Masukan Kata Kunci Utama yakni “Cara Belajar” dan klik Shit Keywords!

Secara otomatis script akan mulai mencari puluhan bahkan ratusan kata kunci turunan dari Kata kunci Utama.

Berbeda halnya dengan cara manual yang menghasilkan Kata Kunci Turunan yang lebih relavan, penggunaan metode otomatis ini punya kekurangan. Dari segi hasil selain bisa mendapatkan Kata Kunci Turunan dengan jumlah banyak dalam waktu yang lebih cepat. Banyak dari Kata Kunci Turunan yang dihasilkan sangat tidak relavan dengan Kata Kunci Utama.

Disinilah peran Anda untuk mensortir kata-kata Kunci Turunan yang dihasilkan tersebut terlebih dahulu. Setelah melakukan sortir, baru anda bisa lanjut ke tahap berikutnya.

Sebagai contoh, Kata Kunci Turunan yang saya sortir adalah sebagai berikut:

  • cara belajar bahasa korea
  • cara belajar online
  • cara belajar bahasa jepang
  • cara belajar membaca
  • cara belajar matematika
  • cara belajar bahasa arab

Copy hasil Kata Kunci turunan yang telah di sortir tersebut ke Website tracemyip.org/tools/remove-duplicate-words-in-text/

Lalu Klik tombol Original Order

Dan itulah hasilnya.

Sortir Kata Kunci Turunan bisa anda lewatkan jika Kata Turunan yang anda gunakan berjumlah sedikit. Kalau sudah ratusan cara ini cukup efektif digunakan untuk menemukan Sugesti kata Kunci Utama baik dari Antonim, Sinonim atau apa yang mungkin akan diketik User di Halaman pencarian.

Cara Otomatis lebih diperuntukan untuk pemain Autoblog, jika anda lebih mengedepankan menulis secara manual. Tentu lebih baik melakukannya riset Kata Turunan ini tanpa bantuan script otomatis.

Author

Get to know digital marketing since 2010. And now I want to write and get to know more about law and investment

Write A Comment